Langsung ke konten utama

SISTEM BILANGAN


SISTEM BILANGAN

Sistem bilangan adalah kode atau simbol yang digunakan untuk menerangkan sejumlah hal secara detail. Sistem bilangan adalah bahasa yang berisi satu set pesan simbul-simbul yang berupa angka dengan batasan untuk operasi aritmatika penjumlahan, perkalian dan yang lainnya.

Diperhatikan beberapa simbol berikut:


·N biasa digunakan untuk menyatakan himpunan semua bilangan asli.
· I  biasa digunakan untuk menyatakan himpunan semua bilangan bulat.
· Q biasa digunakan untuk menyatakan himpunan semua bilangan rasional.
· R biasa digunakan untuk menyatakan himpunan semua bilangan real.
· K biasa digunakan untuk menyatakan himpunan semua bilangan kompleks.

Bilangan Asli :
Bilangan asli adalah himpunan bilangan bulat positif yang bukan nol. Contoh : {1,2,3,....}.

Sifat Bilangan Asli :
  1. sifat komutatif, a+b=b+a dan ab=ba.
  2. sifat,asosiatif a+(b+c) = (a+b)+c dan a(bc) = (ab)c.
  3. sifat distributif a(b+c) = ab + ac.

Bilangan Bulat :
Bilangan bulat adalah bilangan yang terdiri dari bilangan asli, bilangan nol dan bilangan negatif. Contoh : {...,-3,-2,-1,0,1,2,3,....}.

Bilangan Rasional : 
Bilangan rasional adalah bilangan yang merupakan rasio (pembagian), sehingga dapat dinyatakan dengan a/b. Dimana nilai a adalah bilangan bulat dan nilai b tidak sama dengan nol.
Contoh : {1/2, 3/2, 4/5, 5/6, .....}

Bilangan Real :
Bilangan yang dapat dinyatakan dalam bentuk desimal 1,243... Bilangan Real atai riil juga meliputi bilangan rasional dan irrasional.

Bilangan Kompleks : 
Bilangan kompleks adalah bilangan yang terdiri dari unsur bilangan ril dan imajiner. Bentuk umum bilangan kompleks adalah z = a + ib. Komponen a disebut bagian ril dan ditulis Re(z) dan b adalah bagian imajiner dan ditulis Im(z). Bilangan a dan b adalah bilangan-bilangan ril sedangkan i adalah bilangan imajiner yang besarnya adalah akar - 1 . 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

LIMIT TRIGONOMETRI DAN BILANGAN e

PENGERTIAN :       Limit trigonometri adalah  nilai terdekat suatu sudut pada fungsi trigonometri. Perhitungan limit fungsi trigonometri bisa langsung disubtitusikan seperti limit fungsi aljabar tetapi ada fungsi trigonometri yang harus diubah terlebih dahulu ke identitas trigonometri untuk limit tak tentu yaitu limit yang apabila kita langsung subtitusikan nilai nya bernilai 0.       Limit Bilangan e  merupakan limit di tak hingga dengan fungsi yang lebih menarik atau menantang lagi Dalam menentukan nilai limit suatu fungsi trigonometri terdapat berbagai cara yang bisa dipakai : Metode Numerik Subtitusi Pemfaktoran Kali Sekawan Menggunakan Turunan Macam – macam trigonometri Berikut ini adalah nama – nama trigonometri yang biasa kita gunakan : Sinus ( sin ) Tangen ( tan ) Cosinus ( cos ) Cotongen ( cot ) Secan ( sec ) Cosecan ( Csc ) Rumus kebalikan dalam trigonimetri sin⁡∝ = 1/csc⁡∝ cos⁡∝ = 1/sec⁡∝ tan⁡∝ = 1/co...

TURUNAN FUNGSI IMPLISIT

Turunan Fungsi Implisit     Aturan f(x) dapat ditampilkan dalam bentuk F(x,y) = 0 , dimana F(x,y) = y – f(x) . Bentuk fungsi f(x) = y dinamakan fungsi eksplisit dimana fungsi yang variabel terikat (y) dapat dibuat dalam ruas terpisah dari variabel bebas (x). Ada dua bentuk fungsi implisit, yaitu: 1. fungsi implisit yang dapat diubah kedalam fungsi eksplisit contoh X2 + y2 – 9 = 0 2. Fungsi implisit yang tidak dapat di eksplisitkan Contoh x2 + xy – 9y2 = 3   Untuk mementukan turunan dari fungsi implisit ini kita dapat lakukan dengan dua cara yaitu : 1. Merubah bentuk implisit kedalam eksplisit terlebih dahulu 2. Cara langsung Prinsip sama seperti menurunkan fungsi eksplisit, hanya saja setiap menurunkan variable terikat (y) harus dikalikan dengan dy/dx atau y’ .

NILAI MUTLAK

NILAI MUTLAK           Nilai mutlak atau modulus adalah nilai suatu bilangan riil tanpa adanya tanda tambah ( + ) atau kurang ( – ). Misalnya, nilai mutlak dari 2 sama dengan nilai mutlak dari -2 yaitu 2 atau secara umum dapat ditulis dengan |2| = |-2| = 2. Dari sudut pandang geometri mengenai konsep jarak, nilai mutlak berarti jarak yang ditempuh tanpa memperhatikan arah. Secara Umum, bentuk nilai mutlak sendiri seperti ini: Sifat- Sifat Nilai Mutlak : Contoh Soal Nilai Mutlak : 1. Persamaan nilai Mutlak 2. Pertidaksamaan Nilai Mutlak Setelah kita mempelajari persamaan dan pertidaksamaan nilai mutlak, dapat kita simpulkan bahwa keduanya sama-sama mencari himpunan penyelesaian. Perbedaannya adalah himpunan penyelesaian sebuah persamaan nilai mutlak bersifat diskrit (titik) sedangkan sebuah pertidaksamaan nilai mutlak bersifat kontinu (interval).